Siaran Pers 1 September 2025 - Berita dan Siaran Pers - Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat

Bantu kami meningkatkan kualitas pelayanan kami, dengan mengisi Survei Kepuasan Masyarakat. Klik Disini!

Nikmati pengalaman baru dalam Konsultasi Statistik melalui LAWAS (Layanan Whatsapp Statistik) BPS Provinsi Papua Barat. Cukup klik di sini. Buka Senin-Jumat Pukul 08.00 - 15.30 WIT. 

Beranda

Produk - Berita dan Siaran Pers

Siaran Pers 1 September 2025

Siaran Pers 1 September 2025

Siaran Pers 1 September 2025

1 September 2025 | Kegiatan Statistik Lainnya


Perbedaan Arah Inflasi Agustus 2025: Papua Barat Alami Deflasi, Papua Barat Daya Catat Inflasi


Manokwari, (1/9) - BPS Provinsi Papua Barat mencatat pada bulan Agustus 2025 terjadi deflasi sebesar 0,99 persen (m-to-m) di Provinsi Papua Barat. ”Terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 111,41 pada Juli 2025 menjadi 111,16 pada Agustus 2025”, jelas Merry. Kondisi ini berbeda dibandingkan Juli 2024, di mana terjadi inflasi bulanan sebesar 1,24 persen. Secara tahunan (y-on-y) terjadi deflasi sebesar 0,87 persen dan secara tahun kalender (y-to-d) terjadi deflasi sebesar 0,44 persen.


Sementara itu di Provinsi Papua Barat Daya, pada bulan Agustus 2025 terjadi inflasi baik secara bulanan (m-to-m) sebesar 0,87 persen maupun secara tahunan (y-on-y) sebesar 1,88 persen. Adapun secara tahun kalender (y-to-d) terjadi inflasi sebesar 1,72 persen.


Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau merupakan kelompok pengeluaran penyumbang deflasi/inflasi bulanan terbesar baik di Provinsi Papua Barat maupun Papua Barat Daya. Di Provinsi Papua Barat, kelompok ini mengalami deflasi sebesar 2,04 persen dengan andil deflasi sebesar 0,71 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah Tomat, Ikan Cakalang, dan Ikan Tuna.


Sedangkan di Provinsi Papua Barat Daya, kelompok pengeluaran ini mengalami inflasi sebesar 1,73 persen dengan andil inflasi sebesar 0,71 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini yaitu Ikan Kembung, Ikan Tuna, Bawang Merah dan Kangkung.


Nilai Tukar Petani: Turun di Provinsi Papua Barat, Naik di Provinsi Papua Barat Daya


BPS turut mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Papua Barat pada Agustus 2025 yang mencapai 100,93, atau turun 1,22 persen dibanding Juli 2025. Penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 1,11 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,11 persen. Selain itu, BPS Provinsi Papua Barat juga mencatat adanya penurunan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) sebesar 1,16 persen dari 107,89 pada Juli 2025 menjadi 106,64 pada Agustus 2025. Adapun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Agustus 2025 tercatat 119,56 atau naik sebesar 0,12 persen.


Sementara itu, di Provinsi Papua Barat Daya, pada Agustus 2025 Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat sebesar 101,16 atau naik 0,01 persen dibandingkan dengan Juli 2025. Peningkatan NTP ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,77 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) juga meningkat hampir sama, yaitu sebesar 0,77 persen. Selain itu, pada Agustus 2025 Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Provinsi Papua Barat Daya meningkat sebesar 0,78 persen. Adapun Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Papua Barat Daya pada Agustus 2025 tercatat 107,72 atau naik 0,22 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.


Kinerja Positif Neraca Perdagangan Papua Barat dan Papua Barat Daya


Kinerja positif neraca perdagangan Papua Barat dan Papua Barat Daya masih berlanjut. Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mencatat neraca perdagangan barang Papua Barat mengalami surplus US$281,73 juta pada periode Juli 2025, atau naik 8,61 persen dibanding bulan Juni 2025. Selanjutnya, untuk Papua Barat Daya mengalami surplus US$1,39 juta pada periode Juli 2025, atau naik 13,95 persen dibanding bulan Juni 2025.


”Surplus Papua Barat pada Juli 2025 ditopang oleh surplus komoditas migas sebesar US$276,70 juta, dan komoditas nonmigas sebesar US$5,03 juta. Surplus Papua Barat Daya pada Juli 2025 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar US$1,39 juta.”, ungkap Kepala BPS Provinsi Papua Barat, Merry, dalam konferensi pers di Manokwari.


Nilai ekspor Papua Barat bulan Juli 2025 adalah sebesar US$ 281,73 juta atau naik 8,61 persen dibanding bulan Juni 2025. Bahan Bakar Mineral (HS27) merupakan golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar (US$ 276,70 juta). Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai ekspor sebesar US$ 144,71 juta dan kontribusi ekspor sebesar 51,37 persen. Sementara itu, pada bulan Juli 2025, tidak ada nota Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang masuk.


Nilai ekspor Papua Barat Daya bulan Juli 2025 adalah sebesar US$ 1,39 juta atau naik 13,95 persen dibanding bulan Juni 2025. Ikan dan Udang (HS03) merupakan golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar (US$ 1,38 juta). Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai ekspor sebesar US$ 0,50 juta dan kontribusi ekspor sebesar 35,93 persen. Sementara itu, pada bulan Juli 2025, tidak ada nota Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang masuk.


Kunjungan Wisatawan Nusantara Meningkat


Indikator pariwisata yang dirilis oleh BPS Provinsi Papua Barat adalah jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), yang pada Juli 2025 tercatat mencapai 154,47 ribu perjalanan, atau naik 14,91 persen dari Juni 2025 untuk wilayah Papua Barat. Sementara itu, untuk wilayah Papua Barat Daya tercatat mencapai 283,81 ribu perjalanan, atau naik 5,50 persen dari Juni 2025. 


Selanjutnya, pada Juli 2025, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang di Provinsi Papua Barat tercatat sebesar 29,38 persen atau mengalami peningkatan 0,80 poin. Untuk Provinsi Papua Barat Daya tercatat TPK Hotel Bintang adalah sebesar 41,60 persen atau mengalami kenaikan 0,96 poin. Pada periode ini, TPK Provinsi Papua Barat Daya menempati peringkat ketujuh dan Provinsi Papua Barat menempati peringkat kedua belas se-Sulampua.


Jumlah Penumpang di Moda Transportasi Udara Meningkat


BPS Provinsi Papua Barat mencatat jumlah penumpang angkutan udara di Papua Barat pada Juli 2025 mencapai 50.110 orang, meningkat 9,12 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini terutama ditopang oleh Bandara Merdey (Teluk Bintuni) yang mengalami peningkatan sebesar 76,32 persen. Sementara itu, di Papua Barat Daya jumlah penumpang tercatat 115.531 orang, naik 7,78 persen, dengan kontribusi peningkatan terbesar berasal dari Bandara Ayawasi (Maybrat) sebesar 67,65 persen. Dari sisi pergerakan pesawat, penerbangan di Papua Barat tercatat 1.153 pesawat (naik 4,72 persen), sedangkan Papua Barat Daya mencapai 1.297 pesawat (turun 1,59 persen).


Narahubung Media

Destrianto Mursalin

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat

[email protected]

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

BPS Provinsi Papua Barat (BPS-Statistics of Papua Barat Province)

Jl. Trikora Sowi IV No. 99

Distrik Manokwari Selatan - Manokwari - Papua Barat - 98315

Telp: (62-986) 2210047

Mailbox: [email protected]

logo_footer

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik